SolusiCantik.com – Diluar atau di luar sering membuat orang bingung saat menulis atau berbicara formal. Banyak orang memilih “diluar” di pesan singkat atau status media sosial. Namun, dalam tulisan resmi “di luar” jauh lebih sering muncul. Oleh karena itu, kedua bentuk ini punya tempat masing-masing tergantung konteks dan tingkat formalitasnya.
Saya sering menemukan perdebatan kecil ini di grup penulis atau forum bahasa Indonesia. KBBI dan pakar tata bahasa dari Badan Bahasa menetapkan “di luar” sebagai bentuk baku yang benar dalam bahasa Indonesia standar. Karena itu, mari kita bahas secara mendalam supaya Anda bisa memakainya dengan percaya diri tanpa ragu lagi.
Arti Dasar dan Perbedaan “Diluar” vs “Di Luar”
“Di luar” terdiri dari kata depan di + kata luar. Arti utamanya menunjukkan posisi atau tempat yang tidak berada di dalam sesuatu. Misalnya: “Buku itu ada di luar tas.”
Sementara itu, “diluar” ditulis serangkai tanpa spasi. Bentuk ini muncul karena pengaruh bahasa sehari-hari dan dialek daerah. Akibatnya, banyak orang memilihnya karena terdengar lebih cepat saat diucapkan.
Menurut saya, keduanya mudah dipahami oleh orang Indonesia. Namun, kalau Anda ingin tulisan terlihat rapi dan sesuai kaidah, pakai “di luar”. Di sisi lain, pakar bahasa dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa bentuk serangkai seperti “diluar” termasuk ragam tidak baku atau ragam lisan yang mulai merambah ke tulisan informal.
Kapan Anda Sebaiknya Pakai “Di Luar” (Bentuk Baku)
Gunakan “di luar” dalam situasi formal, tulisan resmi, laporan, artikel ilmiah, atau surat dinas.
Contoh kalimat baku:
- Rapat akan dilaksanakan di luar ruangan.
- Harga bahan pokok naik di luar perkiraan.
- Kami mencari solusi di luar dugaan.
Selain itu, penulis berita atau buku teks hampir selalu memilih bentuk terpisah ini. Kemudian, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) menyatakan bahwa kata depan “di” ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali dalam beberapa kasus khusus seperti “dibandingkan” atau “disebabkan”.
Saya rasa memakai “di luar” membuat tulisan terlihat lebih profesional. Oleh karena itu, guru bahasa di sekolah sering menekankan hal ini kepada siswa agar terbiasa.
Kapan “Diluar” Boleh Anda Pakai?
Anda boleh memakai “diluar” dalam percakapan sehari-hari, chat WhatsApp, caption Instagram, atau status media sosial. Dengan demikian, bentuk ini lebih ringkas dan terdengar natural saat berbicara cepat.
Contoh penggunaan informal:
- Diluar lagi hujan deras nih.
- Pikiran gue lagi diluar fokus banget.
- Diluar dugaan hasilnya jelek.
Lebih lanjut, di daerah tertentu seperti Jawa Timur atau Jakarta, orang lebih sering mengucapkan dan menulis “diluar” dalam obrolan santai. Karena itu, linguis menjelaskan bahwa ini bagian dari evolusi bahasa lisan yang lambat laun masuk ke tulisan informal.
Pendapat saya, tidak masalah memakai “diluar” di konteks santai. Namun, yang penting Anda tahu kapan harus beralih ke bentuk baku.
Baca Juga :
Contoh Kalimat Perbandingan “Diluar” dan “Di Luar”
Mari kita bandingkan langsung supaya lebih jelas. Berikut tabel perbandingannya:
| Konteks | Bentuk Baku (“di luar”) | Bentuk Informal (“diluar”) |
|---|---|---|
| Cuaca | Hujan deras di luar jendela. | Diluar lagi hujan deras. |
| Prediksi | Hasilnya di luar dugaan. | Hasilnya diluar dugaan. |
| Lokasi | Acara digelar di luar ruangan. | Acara diadain diluar ruangan. |
| Pikiran | Pikiran saya di luar fokus hari ini. | Pikiran gue diluar fokus hari ini. |
| Harga | Harga naik di luar perkiraan. | Harganya diluar prediksi. |
Dari tabel di atas terlihat jelas: bentuk baku lebih cocok untuk tulisan serius. Sebaliknya, bentuk serangkai terasa lebih santai dan cepat.
Aturan Ejaan Resmi Menurut Pedoman Bahasa Indonesia
Pertama, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) menyatakan bahwa kata depan “di” ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Namun, ada pengecualian jika membentuk kata ulang atau kata majemuk tertentu.
Contoh benar:
- di luar, di dalam, di atas, di bawah
Contoh yang sering salah dalam konteks formal:
- diluar, didalam, diatas, dibawah
Selain itu, KBBI daring hanya mencantumkan “di luar” sebagai bentuk baku dengan arti “di sisi luar” atau “di tempat terbuka”.
Pakar bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menegaskan bahwa penggunaan bentuk serangkai dalam tulisan resmi termasuk kesalahan ejaan tingkat dasar.
Dampak Penggunaan “Diluar” vs “Di Luar” di Media Sosial dan Dunia Kerja
Di media sosial, “diluar” jauh lebih dominan karena orang ingin menulis cepat. Saya sering melihat caption Instagram atau tweet memakai bentuk ini tanpa masalah.
Namun di dunia kerja, email atau laporan yang memakai “diluar” bisa menimbulkan kesan kurang teliti. Oleh karena itu, HRD atau atasan sering menilai detail kecil seperti ini sebagai indikator profesionalisme.
Pendapat saya, lebih baik Anda biasakan “di luar” di email, presentasi, atau dokumen resmi. Pakar komunikasi bisnis menjelaskan bahwa kesalahan ejaan kecil bisa mengurangi kredibilitas tulisan.
Tips Mudah Membedakan dan Mengingat Bentuk yang Benar
Ingin cepat hafal? Coba trik sederhana ini.
Pertama, ingat kata depan “di”, “ke”, “dari” hampir selalu ditulis terpisah: di rumah, ke sekolah, dari pasar.
Kedua, ucapkan pelan-pelan. Saat bicara, kita biasanya jeda kecil: “di… luar”. Akibatnya, itu tanda seharusnya ditulis terpisah.
Ketiga, kalau ragu, ketik di KBBI daring atau aplikasi pengecek ejaan. Dengan demikian, hasilnya selalu menunjukkan “di luar”.
Saya sarankan Anda latihan menulis 10 kalimat setiap hari pakai “di luar”. Lama-kelamaan bentuk ini akan jadi kebiasaan alami.
Kesalahan Umum Lain yang Sering Muncul
Selain “diluar”, orang sering salah menulis:
- didalam → di dalam
- diatass → di atas
- dibawah → di bawah
- dikarenakan → karena (penggunaan “dikarenakan” dalam konteks tertentu juga sering dianggap berlebihan)
Pakar bahasa menjelaskan bahwa kesalahan ini muncul karena pengaruh bahasa daerah atau kebiasaan menulis cepat di gadget.
Kesimpulan: Pilih Bentuk yang Sesuai Konteks
Diluar atau di luar bukan pertanyaan hitam-putih. Oleh karena itu, pakai “di luar” untuk situasi formal, resmi, atau tulisan yang ingin terlihat profesional. Sebaliknya, gunakan “diluar” di chat santai, caption, atau obrolan sehari-hari.
Saya harap penjelasan ini membantu Anda lebih percaya diri saat menulis atau mengoreksi tulisan orang lain. Meskipun bahasa hidup, kaidah baku tetap penting untuk komunikasi yang jelas dan terhormat.
Terus latihan, ya! Bahasa Indonesia yang baik membuat pesan kita lebih mudah diterima.












